Minggu, 26 Desember 2010

WISATA KOTA TUA

































WISATA KOTA TUA (24 DESEMBER 2010)

Memang ada yang berbeda ketika kita ingin berlibur disuasana berbeda disuguhi dengan berbagai keantikan bangunan-bangunan kuno, setelah seminggu penuh dikelilingi dengan hutan beton ada baiknya mencoba cuci mata dengan melihat pemandangan seperti jaman kolonialisme.
Terletak di Jakarta Kota tidak jauh dari Monas sehingga cukup melaju dengan menggunakan busway ataupun kereta menuju st Jakarta Kota.

Jika kita ingin berwisata keliling KOTA TUA cukup dengan menyewa sepeda ontel sebesar 20rb slm sejam atau kita ingin mengelilingi museum disekitar sana cukup membayar 30rb tanpa waktu kita akan diajak keliling museum peninggalan jaman Belanda.

Namun sayang pada waktu itu hari sudah sore sehingga hanya sempat berkeliling menggunakan sepeda ontel yang banyak disewa disekitar sana.

Senin, 13 Desember 2010

LOVE IS NOT IMPORTANT

"Love is not Important" sebuah kalimat yang masih terngiang dalam pikiran saya ketika seorang motivator mengatakan sebuah kalimat yang sederhana namun lugas. Love is not important (Cinta itu tidak penting), manusia membutuhkan sebuah cinta dan kasih sayang dari orang lain. Entah apa jadinya jika dunia tanpa cinta dan kasih sayang. Tuhan saja tetap memberi Rahman dan Rahimya walau terkadang kita tidak menyadari betapa besar dan kuatnya cinta dan kasih sayangNya.

Dalam hidup ini kita merasa terasing dan sendiri ketika kita butuh perhatian dan respon dari orang lain. Namun benarkah apa yang kita lakukan ketika kita hanya butuh ketika kita merasa terasing bagaimana ketika orang lain yang membutuhkan perhatian kita, terkadang kita hanya diam dan sibuk dengan pekerjaan.

Hidup ini seperti hukum Newton III dimana aksi = reaksi.

Setiap aksi yang kita lakukan akan bereaksi terhadap orang lain, untuk itu rumus aksi reaksi benar adanya. "Love is not important", lalu apa yang terpenting bagi kehidupan kita. Cinta tak kan hadir tanpa adanya aksi dan reaksi ketika kita menebarkan cinta dan kebaikan kepada orang lain. Otomatis cinta itu hadir dengan sendirinya.

DIBALIK MUSIBAH

Setiap diri manusia tidak terlepas dari ujian dan cobaan. Tak pernah memilih dimana orang kaya, miskin, tua, muda, pria, wanita. Semua diuji olehnya dalam keadaan suka dan duka. Oleh sebab itu kita simak cerita berikut ini yang mungkin akan menggugah hati kita:

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama
berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai
menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri ! Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

1. Bebaskan dirimu dari kebencian

2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan

3. Hiduplah sederhana

4. Berilah lebih banyak

5. Tersenyumlah

6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum


Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan,maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud
yang sama. "Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !

AIR MATA MUTIARA

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".

Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........