Perjalanan ke Medan bersama Rekan-rekan kerja PT Wika Beton WP III.
Welcome to Ginan's Blog
Rabu, 16 Februari 2011
Kamis, 20 Januari 2011
BANGGAKAH KALIAN DENGAN JAMAN MODERNISASI

Dari sekian banyak teknologi di jaman globalisasi sekarang ini adakah yang membuat kita jadi diri kita sendiri. Seakan-akan dunia ini dikendalikan oleh beberapa orang diluar sana, secara tidak sadar mau tidak mau kita selalu terbawa arus modernisasi. Sejak computer dilahirkan dan beberapa teknologi ponsel yang selalu membawa perubahan kearah lebih cepat, canggih dan comprehensive.
Teknologi yang serba cepat dan canggih membuat kita terlena akan teknologi modern. Dimulai dari bangun tidur kita biasa mengecek handphone terlebih dahulu, melihat sms, menulis status atau ada jadwal apa kita hari ini (tp ini jrg sepertinya). Kemudian mengambil air wudhu menyalakan air pam atau air sanyo. Sarapan kita menggunakan kompor gas, atau rice cooker dan micro wave (canggih betul). Mandi, berangkat ke kantor atau kesekolah menggunakan kendaraan. Sesampainya dikantor atau disekolah sudah dihadapkan dengan computer atau laptop (sekarang hingga anak TK/SD sekalipun sudah disediakan laptop oleh sekolah). Sungguh kagum saya dengan masa depan anak-anak kita atau adik-adik kita kedepan. Sepulang dari sekolah sebagian mungkin ada yang main games atau buka internet. Setelah maghrib kita dihadapkan pada televisi atau tugas kantor dan sekolah yang menumpuk. Keesokan hari-hari berlalu kita tetap dihadapkan pada teknologi.
Jika kita sebutkan satu per satu kita tak pernah lepas dari yang namanya teknologi, mungkin lebih paham Anda dibanding saya jika menggunakannya. Tapi satu yang secara tidak sadar kita kehilangan semuanya “jati diri” kita sendiri. Seakan-akan kita menjadi orang lain salah satu contoh jika orang lain menggunakan BB keluaran terbaru kita tidak mau ketinggalan dengannya. Padahal kita hanya anak sekolah atau karyawan dengan pekerjaan yang tidak mobile. Teknologi IPhone hingga IPad keluaran terbaru kita tidak mau ketinggalan. Indonesia pasar terbesar dalam pemasaran teknologi. Jika ada keluaran terbaru di Indonesia pasti laku (didapat dari salah satu media cetak).
Bukan saya memunafikan diri saya sendiri saya hanya ingin berbagi kepada Saudara-saudaraku. Pernahkah kalian ingat diwaktu kecil kehidupan dikampung dengan suara-suara alam setelah Subuh maupun setelah azan Magrib. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an terdengar sayup-sayup di Musholla atau Masjid. Jamaah masjid yang berbondong-bondong untuk berjamaah. Anak-anak kecil belajar mengaji. Anak sekolah yang mencium tangan kedua orang tuanya untuk pergi sekolah. Setelah maghrib kita dirumah mengaji dan belajar. Sungguh latar belakang berbeda dengan sekarang ini sudah jarang lagi terdengar lantunan ayat suci, jamaah masjid kebanyakan yang sudah berumur saja yang memenuhi Masjid dan Musholla. Setelah pulang sekolah atau kantor kita pergi ke mall atau kongkow di kafe dengan teman-teman.
Sungguh tragis kehidupan jaman sekarang dimana tidak ada lagi rasa malu dan sabar kita sebagai bangsa ini. Dari tradisi korupsi di pejabat-pejabat berwenang, dimana hukum dan peraturan bisa diputar-balikan, beredarnya video mesum dikalangan pelajar atau fenomena buang bayi (naudzubillah min zalik). Apa sebenernya yang salah dengan kehidupan ini? Kesibukan kita yang siang-malam hanya untuk bekerja dan mengumpulkan kekayaan sehingga lupa akan nilai-nilai agama dan moralitas. Jika kita tarik hikmah kehidupan Nabi.
Seberapa sibukkah kita mengumpulkan kekayaan dibandingkan dengan kekayaan Nabi Sulaiman.
Seberapa sabarkah kita jika dibandingkan dengan kesabaran Nabi Ayub.
Seberapa hebatkah kecepatan teknologi transportasi dibandingkan dengan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad.
Dengan mengambil hikmah dari kehidupan kita sebenarnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kehidupan Nabi jaman dahulu. Jangan sampai kesibukan dan kekayaan kita lupa akan segalanya. Dirimulah yang mengendalikan dirimu. Kendalikan teknologi jangan teknologi yang mengendalikanmu.
Time is Not Money Now Time is Everything Make You Better
Minggu, 26 Desember 2010
WISATA KOTA TUA



WISATA KOTA TUA (24 DESEMBER 2010)
Terletak di Jakarta Kota tidak jauh dari Monas sehingga cukup melaju dengan menggunakan busway ataupun kereta menuju st Jakarta Kota.
Jika kita ingin berwisata keliling KOTA TUA cukup dengan menyewa sepeda ontel sebesar 20rb slm sejam atau kita ingin mengelilingi museum disekitar sana cukup membayar 30rb tanpa waktu kita akan diajak keliling museum peninggalan jaman Belanda.
Namun sayang pada waktu itu hari sudah sore sehingga hanya sempat berkeliling menggunakan sepeda ontel yang banyak disewa disekitar sana.
Senin, 13 Desember 2010
LOVE IS NOT IMPORTANT
Dalam hidup ini kita merasa terasing dan sendiri ketika kita butuh perhatian dan respon dari orang lain. Namun benarkah apa yang kita lakukan ketika kita hanya butuh ketika kita merasa terasing bagaimana ketika orang lain yang membutuhkan perhatian kita, terkadang kita hanya diam dan sibuk dengan pekerjaan.
Hidup ini seperti hukum Newton III dimana aksi = reaksi.
Setiap aksi yang kita lakukan akan bereaksi terhadap orang lain, untuk itu rumus aksi reaksi benar adanya. "Love is not important", lalu apa yang terpenting bagi kehidupan kita. Cinta tak kan hadir tanpa adanya aksi dan reaksi ketika kita menebarkan cinta dan kebaikan kepada orang lain. Otomatis cinta itu hadir dengan sendirinya.
DIBALIK MUSIBAH
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama
berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup – karena berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai
menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri ! Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Tersenyumlah
6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum
Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan,maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud
yang sama. "Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !
AIR MATA MUTIARA
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
**********
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".
Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".
Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.
Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........